PROSES DAN METODE PEMBELAJARAN FISIOLOGI POHON

A.     Gambaran Umum

Fisiologi Pohon merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang proses-proses fisiologi   yang terjadi di dalam pohon.  Proses-proses fisiologi tersebut dapat dikasifikasikan menjadi proses fisika dan kimia. Pertumbuhan pohon sangat ditentukan dari kesempurnaan proses dan mekanisme kerja dari tiap proses tersebut, sehingga harus  dipahami oleh setiap mahasiswa Kehutanan. Berdasarkan pada silabus mata ajaran fisiologi pohon maka proses-proses fisiologi yang perlu dipahami secara mendalam adalah anatomi tubuh pohon, proses fotosintesis, proses pengakutan air, proses pengangkutan unsur hara, proses transpirasi, proses respirasi dan proses pembentukan serta pemanfaatan hormon tumbuh.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan mata ajaran Fisiologi Pohon yang baik maka  seorang dosen  harus menyiapkan sebuah desain pembelajaran.  Berdasarkan pengalaman sebelum diantara pengajar mata ajaran Fisiologi Pohon, masih  ada dosen yang mempersiapkan seluruh kegiatan pembelajarannya secara khusus jauh sebelum memulai kuliah, tetapi ada pula yang membuat persiapannya untuk setiap kali proses pembelajaran berlangsung. Walaupun demikian diharapkan setiap dosen mata ajaran Fisiologi Pohon akan membuat persiapan sebelum kuliah  berdasarkan suatu analisis instruksional yang baik.

Oleh karena itu untuk memudahkan penyusunan pokok bahasan dari mata ajaran Fisiologi Pohon maka diperlukan suatu analisis instruksional. Analisis instruksional merupakan suatu langkah atau prosedur yang diterapkan untuk mencapai kompetensi yang inginkan atau suatu alat yang dipakai oleh para penyusu­n disain instruksional atau dosen untuk membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi setiap tugas pokok yang harus dikuasai dan dilaksanakan atau diselesaikan.

Berdasarkan pada diagram analisis instruksional diatas, dapat dijelaskan bahwa untuk dapat memahami secara baik fisiologi pohon, maka seorang mahasiswa  harus mampu memahami dan menjelaskan dengan baik makna dan manfaat dari fisiologi bagi suatu proses pertumbuhan pohon.  Pokok bahasan ini sebagai langkah awal untuk  memahami secara mendalam tentang proses-proses fisiologi dalam suatu individu pohon. Oleh sebab itu landasan utama yang harus dipahami kompetensi dasar adalah memahami makna dan manfaat dari fisiologi dalam proses pertumbuhan pohon.  Langkah kedua  untuk mendukung pemahaman terhadap manfaat fisiologi bagi pertumbuhan pohon maka mahasiswa harus memahami secara detail  anatomi pohon.   Pokok bahasan anatomi pohon memperkenalkan kepada mahasiswa tentang struktur pertumbuhan organ tumbuhan (akar, batang, daun dan bunga/buah) serta sel-sel dan jaringan penyusun organ-organ tersebut.  Selanjutnya diberikan pemahaman  tentang fungsi dan manfaat dari tiap bagian dalam struktur, dan peran dari  pada tiap sel dan jaringan yang berkaitan erat dengan proses-proses fisiologi pohon.  Kompetensi yang harus dicapai pada pokok bahasan ini adalah mahasiswa harus mampu mengenal dan memahami serta menjelaskan bagian-bagian dari struktur dan fungsi anatomi pohon untuk memudahkan dalam pemahaman terhadap pokok bahasan lanjutan dari fisiologi pohon.

Pada tahap ketiga dimulai dengan proses-proses fisiologi inti yang terjadi dalam  pertumbuhan pohon.  Proses fisiologi terpenting dari pertumbuhan pohon dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu proses-proses kimia dan fisika.  Oleh karena itu pokok bahasan yang ketiga difokuskan  pada proses fotosintesis terutama pada  bagaimana proses dan apa mekanisme yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanan atau karbohidrat. Kompetensi yang ingin dicapai disini adalah mahasiswa harus mampu memahami dan menjelaskan proses dan mekanisme yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanan dan dampaknya terhadap pertumbuhan pohon.

Pada tahap keempat adalah pokok bahasan tentang proses respirasi tumbuhan dengan kompetensi yang ingin dicapai yaitu mahasiswa harus mampu memahami proses-proses  bagaimana tumbuhan menghasilkan energi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembang sel dan jaringan.

Tahapan selanjutnya sebagai pokok bahasan yang kelima yaitu proses pengangkutan air dalam tumbuhan. Kompetensi yang harus dicapai mahasiswa dari pokok bahasan ini adalah mahasiswa harus mampu menjelaskan proses dan mekanisme penyerapan air oleh tumbuhan mulai dari akar sampai ke daun dan dampaknya bagi pertumbuhan pohon.

Tahapan keenam adalah pokok bahasan proses transpirasi tumbuhan. Pokok bahasan ini terfokus pada ketersediaan air dalam tanah, tanaman dan proses kehilangan air dalam tanaman serta dampaknya bagi pertumbuhan pohon.  Kompetensi dasar yang harus dicapai mahasiswa adalah  mampu memahami dan menjelaskan proses kehilangan air dari tumbuhan dan bagiman cara mengatasi laju kehilangan air dari tumbuhan.

Tahapan ketujuh yaitu pokok bahasan proses penyerapan dan pengangkutan unsur  hara.  Pokok bahasan ini fokus pada bagaimana unsur hara tersedia dan diserap akar, bagaimana unsur hara bergerak dari satu sel ke sel yang lain dan perannya bagi pertumbuhan pohon. Kompetesi yang ingin dicapai  dari pokok bahasan ini adalah mahasiswa harus mampu memahami dan menjelaskan proses penyerapan, pengakutan dan pemanfaatan unsur hara serta dampaknya bagi pertumbuhan pohon.

Tahapan kedelapan sebagai pokok bahasan terakhir dari mata ajaran Fisiologi Pohon adalah proses pembentukan hormon dan pemanfaatannya oleh tumbuhan.  Fokus utama dari pokok bahasan ini adalah bagaimana mahasiswa mengetahui berbagai macam hormon tumbuh dan proses pembentukannya, serta bagaimana tiap jenis hormon tumbuh berperan bagi pertumbuhan pohon. Kompetensi  yang harus dimiliki mahasiswa terkait bahasan ini adalah mahasiswa harus mampu menjelaskan  proses pembentukan hormone dan manfaatnya bagi pertumbuhan pohon.

B.     Metode Pembelajaran

Untuk mempermudah pemahaman mahasiswa Kehutanan terhadap mata ajaran Fisiologi Pohon maka setiap  Bab dari Fisiologi Pohon yang telah disepakati disajikan dalam metode yang berbeda-beda sesuai kondisi mahasiswa. Adapaun metode pembelajaran yang digunakan adalah sebagai berikut :

       Tabel  1.  Metode Yang Digunakan Dalam Proses Pembelajaran Fisiologi Pohon

 

Bab

Pokok Bahasan

Metode Pembelajaran

Alokasi Waktu (Menit)

I Pendahuluan Contextual Instruction (CL)

120

II Anatomi Pohon Discover Learning (DL)

120

III Fotosintesis Small Group Discussion (SGD)

120

IV Respirasi Small Group Discussion (SGD)

120

V Penyerapan dan pengangkutan Air Small Group Discussion (SGD)

120

VI Penyerapan dan pengangkutan unsur hara Problem Based Learning (PBL)

120

VII Transpirasi Problem Based Learning (PBL)

120

VIII Pembentukan  dan  pemanfaatan hormon Problem Based Learning (PBL)

120


C.      Konsep Pengembangan dan Strategi Pelaksanaan

1.      Teori Pembelajaran Fisiologi Pohon

Dalam proses pembelajaran Fisiologi  Pohon, teori pembelajaran yang dianut adalah teori kognitif.  Bruner dan Piaget (1998) mengemukakan bahwa teori kognitif dalam proses  pembelajaran adalah suatu proses pendalaman yang terjadi dalam akal dan pikiran, dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku.  Selanjutnya dikatakan pula bahwa teori kognitif dapat  menjelaskan berbagai jenis pembelajaran dalam proses penyelesaian masalah dan akal berdasarkan berbagai peringkat umur dan kecerdasan mahasiswa. Teori-teori pembelajaran dengan dasar teori kognitif  ternyata lebih fokus  kepada cara pembelajaran untuk mampu berpikir cerdas, ketepatan penyelesaian masalah, penemuan dan pengkategorian. Menurut teori kognitif mahasiswa akan memiliki struktur kognitif yang kuat, dan selama dalam proses pembelajaran, otak akan menyusun segala pernyataan di dalam suatu ingatan yang baik. Dalam kaitan dengan mata ajaran Fisiologi Pohon, kemampuan pikir mahasiswa dibangun dengan   strategi pemberian tugas rumah (homework) dengan tema yang  memerlukan kemampuan analisis dan  pemahaman yang mendalam dari mahasiswa, dan mahasiswa diberi kesempatan untuk persentase tugas  dan melakukan diskusi untuk lebih mempertajam pemahaman mahasiswa.

2.      Konsep pembelajaran Fisiologi Pohon

Terdapat banyak  konsep pembelajaran yang diterapkan dikelas, namun dalam mata Fisiologi pohon sampai saat ini masih focus pada konsep pembelajaran konstekstual yaitu konsep yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran. Konsep pembelajaran konstekstual  merupakan pembelajaran aktif antara dosen dan mahasiswa.  Dalam konsep ini yang paling banyak digunakan adalah  pembelajaran  konstruktivisme yaitu pembelajaran yang yang menuntut mahasiswa belajar mengkonstruksi pengetahuannya berdasarkan pengalaman sendiri dan dukungan pustaka,  dan bukan hanya menerima pengetahuan dari dosen saja.  Berkaitan dengan konsep ini, didalam mata ajaran Fisiologi Pohon mahasiswa diberi tugas untuk praktek penggunaan pupuk dan hormon tumbuh untuk mempelajari pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman hutan dan kemudian membandingkan hasil yang diperoleh dengan literatur dan pustaka dan kemudian membuat analisis dan kesimpulan.

3.      Proses pembelajaran

Dalam proses pembelajaran dikenal  istilah-istilah (a). pendekatan pembelajaran, (b). strategi pembelajaran, (c). metode pembelajaran, (d). teknik pembelajaran, (e). taktik pembelajaran dan (f). model pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk mata ajaran fisiologi adalah Student Center Learning (SCL) yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa sebagai pusat proses belajar. Oleh karena itu mahasiswa lebih banyak diberi kesempatan untuk belajar kelompok dalam kelas, belajar mandiri dalam kelas, melaksanakan tugas-tugas mandiri diluar kelas untuk setiap pokok bahasan.

Strategi pembelajaran adalah langkah-langkah yang disusun untuk mencapai kompetensi yang ingin dicapai dari suatu mata ajaran.  Strategi yang dibangun untuk mencapai kompetensi mata ajaran  Fisiologi Pohon  sebagian telah memenuhi komponen-komponen strategi  menurut  Gagne and Briggs (2003) bahwa terdapat beberapa  komponen terpenting dalam strategi pembelajaran yaitu :
a). Memberikan motivasi  kepada mahasiswa
b). Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada mahasiswa.
c). Mengingatkan kompetensi dan prasyarat mata ajaran
d). Memberi stimulus berupa masalah, topik dan  konsep
e). Memberi petunjuk belajar (cara belajar).
f). Menggali kreativitas dan kemampuan mahasiswa
g). Memberi umpan balik
h). Menilai/mengevaluasi
i). Membuat kesimpulan

Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Fisiologi pohon adalah Contextual Instruction (CL), Discover Learning (DL), dan Small Group Discussion (SGD).  Ketiga metode ini dipilih sesuai dengan kondisi latar belakang dasar pengetahuan mahasiswa, jumlah mahasiswa, situasi ruang belajar dan ketersediaan fasilitas belajar.

Teknik pembelajaran bergantung pada tiap dosen dalam pengembangannya di kelas. Teknik yang dikembangkan untuk fisiologi pohon berbeda menurut kompetensi yang ingin dicapai oleh setiap pokok bahasan. Penggunaan hand out paper dan power point sebagai alat bantu merupakan teknik yang umum dipakai dikelas.  Selain itu untuk teknik dosen dalam menerangkan setiap pokok bahasan disarankan untuk sesering mungkin mengajukan pertanyaan selama belajar dikelas untuk membawa perhatian mahasiswa lebih fokus pada materi yang diajarkan.

Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dosen dalam melaksanakan metode proses belajar. Misalkan, terdapat dua orang dosen yang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam kaitan dengan pembelajaran mata ajaran Fisiologi Pohon disarankan agar tiap dosen dalam penyajian materi harus diselingi dengan humor-humor untuk menghindari kebosanan mahasiswa, atau lebih banyak menggunakan tampilan power point yang berisi humor ataupun gambar-gambar unik terkait pokok bahasan.

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir sebuah pokok bahasan.   Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan teknik pembelajaran. Secara umum terdapat beberapa model pembelajaran, tetapi dalam mata ajaran Fisiologi Pohon hanya digunakan model belajar mandiri dan belajar kelompok. Artinya bahwa dalam pokok bahasan tertentu  yang lebih membutuhkan ketenangan untuk pemahamanannya akan digunakan model belajar mandiri. Sementara yang pokok bahasan yang butuh interaksi dan diskusi untuk peningkatan wawasan dan pengetahuan akan diterapkan model belajar kelompok.

4.      Evaluasi pembelajaran Fisiologi Pohon

Evaluasi proses pembelajaran Fisiologi Pohon dilakukan untuk minimal 3 hal yaitu evaluasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap mahasiswa. Pengetahuan mahasiswa dievaluasi berdasarkan pada hasil quis, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Sedangkan evaluasi ketrampilan didasarkan pada hasil praktek mahasiswa dan tugas-tugas mandiri. Sementara sikap mahasiswa dapat dinilai dari kehadiran dikelas, sikap selama diskusi-diskusi kelompok, kerjasama dalam tim dan sopan santun. Perbandingan penilaian antara ketiga komponen tersebut yaitu pengetahuan 60 %, ketrampilan 30 % dan sikap 10 %.

5.      Pengembangan model pembelajaran fisiologi pohon

       Model  pembelajaran yang ingin dikembangkan kedepan adalah active learning dengan kurang lebih terdapat 8 metode pembelajarannya.  Selama ini dipakai model  student center learning, tetapi nampaknya active learning lebih menggairahkan mahasiswa dalam  belajar karena mahasiswa lebih diaktifkan dalam proses belajar,  jika dikaji dari aspek metode-metode belajar yang dikembangkan dalam active learning.

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...